Soal dan Pembahasan OSNK Geografi 2026
Soal dan pembahasan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten Bidang Geogrfai Tahun 2026. Soal ini hanya 10 soal saja, bagi yang ikut OSNK Geografi 2026 silahkan berikan komentar tentang soal dan pembahasan yang dibagikan.Soal 1
Pola sirkulasi umum atmosfer di wilayah tropis dipengaruhi oleh interaksi antara sel Hadley, sirkulasi Walker, dan posisi ITCZ sepanjang tahun. Di wilayah Indonesia, pernyataan yang paling tepat menjelaskan peran sirkulasi Walker terhadap variabilitas curah hujan tropis pada skala antar tahun adalah...
A. Sirkulasi Walker menguatkan angin pasat timur laut di atas Indonesia sehingga menurunkan curah hujan secara seragam di sepanjang musim kemarau.
B. Pergerakan udara vertikal pada sirkulasi Walker meniadakan pengaruh ITCZ sehingga curah hujan di Indonesia menjadi homogen sepanjang tahun.
C. Sirkulasi Walker membentuk sel sirkulasi zonal tertutup di atas Samudra Pasifik dengan gerakan udara naik di Pasifik barat (di atas Indonesia–Maritime Continent) dan gerakan udara turun di Pasifik timur, sehingga memperkuat konveksi dan curah hujan di Indonesia pada fase normal dan La Niña, tetapi melemahkannya pada fase El Niño.
D. Sirkulasi Walker mengurangi pengaruh sel Hadley sehingga Indonesia berada pada zona subtropika kering sepanjang tahun.
E. Sirkulasi Walker hanya bekerja pada lintang menengah sehingga tidak berpengaruh langsung terhadap pola curah hujan di wilayah tropis Indonesia.
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Sirkulasi Walker adalah pergerakan udara dari timur ke barat di sepanjang ekuator yang dipicu oleh perbedaan suhu antara Pasifik Barat dan Timur
Fase Normal & La Niña: Air laut di Pasifik Barat lebih hangat, menyebabkan udara lembap naik (konveksi), membentuk awan, dan menghasilkan curah hujan tinggi di wilayah Indonesia
Fase El Niño: Sirkulasi Walker melemah akibat angin pasat yang melemah, sehingga air hangat bergeser ke arah timur, yang mengakibatkan curah hujan di Indonesia berkurang
Soal 2
Ekspansi perkebunan kelapa sawit di lahan gambut menyebabkan peningkatan jejak ekologis pertanian (agricultural footprint) yang signifikan. Dampak utama dari ekspansi tersebut yang paling berkaitan dengan perubahan iklim global adalah.....
A. Meningkatnya cadangan air tanah akibat pembuatan kanalisasi gambut yang memperbaiki sistem drainase wilayah secara keseluruhan.
B. Penurunan emisi karbon global karena tanaman sawit dewasa berfungsi sebagai penyerap karbon yang lebih efisien dibanding vegetasi alami gambut.
C. Peningkatan kapasitas penyerapan karbon oleh tanah gambut yang ditanami sawit secara berkelanjutan.
D. Pelepasan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer akibat konversi vegetasi alami, pengeringan lahan gambut melalui kanalisasi, dan peningkatan risiko kebakaran lahan yang menyertainya.
E. Stabilitas biodiversitas kawasan tropis karena monokultur sawit dianggap menggantikan fungsi ekologis vegetasi alami secara setara.
Jawaban Benar: D
Pembahasan: Ekspansi perkebunan di lahan gambut sering kali melibatkan penebangan dan pembakaran tumbuhan alami untuk digantikan dengan tanaman sawit. Aktivitas ini melepaskan karbon dioksida (CO2) yang sebelumnya tersimpan di pohon dan tanah gambut ke atmosfer. Penumpukan CO2 di atmosfer memerangkap panas matahari (efek rumah kaca), yang memicu pemanasan global dan mengubah pola curah hujan serta iklim dunia
Soal 3
Pada musim kemarau, kombinasi fase El Niño lemah dengan fase IOD (Indian Ocean Dipole) positif dapat menimbulkan dampak gabungan terhadap dinamika atmosfer di Indonesia. Kombinasi kedua fenomena ini umumnya memengaruhi curah hujan, suhu, dan kelembapan tanah pada lahan gambut di Kalimantan Tengah, dengan cara...
A. Keduanya saling memperkuat curah hujan, sehingga kelembapan tanah gambut meningkat dan risiko kebakaran berkurang drastis.
B. Keduanya saling meniadakan dampak sehingga curah hujan, suhu, dan kelembapan relatif stabil seperti kondisi normal.
C. Keduanya saling memperkuat kondisi kering; gerakan udara naik sirkulasi Walker bergeser ke timur Pasifik dan SST di Samudra Hindia bagian timur menurun, sehingga curah hujan turun drastis, suhu permukaan meningkat, kelembapan tanah gambut menurun, dan risiko kebakaran gambut meningkat.
D. IOD positif justru meningkatkan curah hujan di Kalimantan Tengah meskipun El Niño berlangsung, karena IOD memperkuat angin baratan yang membawa uap air.
E. Keduanya memperkuat angin baratan dan memperbanyak awan konvektif di atas Kalimantan, sehingga kebakaran gambut justru menurun.
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Fenomena El Niño (atau pelemahan Walker) dan IOD Positif sama-sama memberikan dampak kekeringan di Indonesia
Pelemahan Sirkulasi Walker: Menyebabkan pembentukan awan hujan bergeser ke Pasifik Timur, menjauh dari Indonesia
IOD Positif: Menyebabkan suhu air laut di Samudra Hindia dekat Indonesia menjadi lebih dingin, sehingga awan hujan terbentuk jauh di bagian barat Samudra Hindia. Kombinasi keduanya memperparah kondisi kering di wilayah seperti Kalimantan, menurunkan kelembaban tanah, dan meningkatkan risiko kebakaran lahan gambut
Soal 4
Mitigasi perubahan iklim secara konseptual ditujukan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca pada sumbernya atau meningkatkan penyerapannya. Dari berbagai aktivitas yang dapat dilakukan berikut, yang paling tepat dikategorikan sebagai tindakan mitigasi karena memutus jalur emisi langsung (energi, transportasi, dan konsumsi material) adalah.....
A. Memilih kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah agar perjalanan lebih cepat dan nyaman.
B. Membiarkan lampu dan pendingin ruangan kelas tetap menyala sepanjang hari sekolah agar suasana belajar nyaman.
C. Mengurangi konsumsi listrik dari pembangkit fosil, memilih transportasi publik atau bersepeda, serta mengurangi pembelian produk berkemasan plastik berbasis hidrokarbon.
D. Menanam pohon hanya pada saat ada lomba sekolah, tanpa memastikan kelangsungan tumbuh pohon tersebut.
E. Meningkatkan konsumsi barang baru meskipun barang lama masih layak pakai agar perekonomian tetap tumbuh.
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Tindakan mitigasi ini fokus pada pengurangan sumber emisi gas rumah kaca
Listrik: Mengurangi penggunaan listrik dari bahan bakar fosil (batu bara/minyak) mengurangi pelepasan CO2
Transportasi: Menggunakan sepeda atau transportasi publik mengurangi emisi dari kendaraan pribadi
Plastik: Mengurangi plastik sekali pakai sangat krusial karena proses produksinya yang berbasis minyak bumi (hidrokarbon) menghasilkan emisi karbon yang tinggi
Soal 5
Sejumlah studi mutakhir mengindikasikan bahwa perubahan iklim memodulasi hubungan antara suhu permukaan laut Pasifik (yang menggerakkan ENSO) dengan parameter atmosfer di wilayah tropis. Pemanasan global dapat memodulasi hubungan antara ENSO dengan kelembapan udara di Papua bagian utara, dengan cara....
A. Kelembapan udara di Papua utara cenderung menurun seragam pada semua skenario pemanasan SST Pasifik, tanpa membedakan fase ENSO.
B. Pemanasan Pasifik memperkuat konveksi di atas Western Pacific Warm Pool sehingga kelembapan udara meningkat lebih kuat pada fase La Niña, sekaligus memperbesar variabilitas antar fase ENSO (amplitudo anomali kelembapan menjadi lebih besar).
C. Perubahan iklim tidak memengaruhi pola kelembapan udara di Papua karena dinamika ENSO terjadi pada skala waktu yang jauh lebih pendek.
D. Hanya suhu daratan di Papua yang berubah, sedangkan kelembapan udara tetap stabil karena uap air dikendalikan secara eksklusif oleh tutupan hutan tropis.
E. Kelembapan udara di Papua utara meningkat secara konsisten hanya pada fase El Niño karena penguatan adveksi uap air dari Samudra Hindia.
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pemanasan global meningkatkan suhu permukaan laut secara keseluruhan, yang memicu penguapan lebih besar dan menambah uap air di atmosfer
Pada saat fase La Niña, wilayah Pasifik Barat (dekat Papua) menjadi lebih hangat, sehingga gerakan udara naik (konveksi) menjadi lebih kuat dan kelembaban udara meningkat secara signifika
Hal ini menyebabkan perbedaan kondisi atmosfer antara fase La Niña dan El Niño menjadi semakin ekstrem (variabilitas meningkat)
Soal 6
Perubahan pola curah hujan akibat anomali iklim menyebabkan musim tanam padi bergeser di sejumlah wilayah Indonesia. Untuk mendukung pengambilan kebijakan, pemerintah daerah memerlukan pemetaan risiko gagal panen berbasis data spasial. Pendekatan geografis yang paling tepat untuk memetakan risiko tersebut adalah....
A. Analisis geomorfologi wilayah tanpa mengintegrasikan data iklim historis maupun proyeksi iklim ke depan.
B. Analisis spasial agroklimat yang memadukan variabel curah hujan, suhu, dan kelembapan dengan data penggunaan lahan pertanian serta kalender tanam lokal.
C. Pendekatan historis penggunaan lahan secara tunggal tanpa mempertimbangkan dinamika iklim dan pergeseran kalender tanam.
D. Analisis kepadatan penduduk perkotaan sebagai dasar untuk memperkirakan pergeseran kebutuhan pangan wilayah.
E. Pengukuran struktur geologi regional sebagai dasar utama dalam menentukan kalender tanam padi tingkat lokal.
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Analisis spasial agroklimat adalah metode yang paling tepat karena memadukan data peta (spasial) dengan variabel iklim seperti curah hujan, suhu, dan kelembaban
Pendekatan ini juga mempertimbangkan data penggunaan lahan serta kalender tanam lokal untuk menentukan risiko gagal panen secara akurat
Sebaliknya, analisis geomorfologi saja atau hanya melihat sejarah lahan tanpa dinamika iklim tidak akan memberikan proyeksi risiko yang tepat terhadap anomali cuaca
Soal 7
Wilayah Papua Barat terletak di tepi barat Kolam Hangat Pasifik (Western Pacific Warm Pool). Anomali suhu permukaan laut (SST) dan kelembapan udara di wilayah ini cenderung memperlihatkan respons yang lebih kuat pada fase La Niña dibandingkan respons sebaliknya pada fase El Niño. Penjelasan yang paling tepat adalah....
A. Saat La Niña, SST di Pasifik barat menghangat lebih jauh dan gerakan udara naik sirkulasi Walker bergeser ke arah Papua, sehingga konveksi menguat, curah hujan dan kelembapan meningkat secara signifikan.
B. Saat La Niña, angin timuran (easterlies) di kawasan Papua melemah sehingga konvergensi uap air berkurang dan kelembapan menurun.
C. Suhu muka laut di Pasifik utara tidak berubah selama La Niña sehingga sumber uap air untuk Papua tetap konstan.
D. Angin baratan dari Afrika berinteraksi kuat dengan Papua selama La Niña dan menjadi pemasok utama uap air ke wilayah ini.
E. Angin pasat timur laut menguat saat La Niña dan menurunkan kelembapan di Papua karena adveksi udara kering dari lintang tinggi.
Jawaban Benar: A
Pembahasan: Pada saat fenomena La Niña, suhu permukaan air laut di Samudra Pasifik bagian barat (sekitar Papua) menjadi lebih hangat dari biasanya
Kondisi ini menyebabkan udara bergerak naik (konveksi) secara kuat ke atmosfer, meningkatkan proses penguapan dan pembentukan awan hujan
Hal ini menyebabkan pergeseran sirkulasi Walker yang memperkuat intensitas hujan dan kelembaban di wilayah tersebut secara drastis
Soal 8
BMKG, IPCC, dan NOAA secara konsisten melaporkan adanya pergeseran sejumlah parameter iklim di Indonesia selama tiga-empat dekade terakhir. Suatu fenomena dapat dianggap sebagai bukti empiris perubahan iklim apabila menunjukkan tren jangka panjang yang konsisten secara spasial maupun temporal. Pernyataan yang paling tepat memenuhi kriteria tersebut adalah....
A. Pada satu tahun tertentu, beberapa stasiun di Pulau Jawa mencatat suhu maksimum harian lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya meskipun belum terlihat pola yang konsisten antar dekade.
B. Tren peningkatan suhu udara rata-rata, pergeseran awal musim hujan, peningkatan frekuensi kejadian cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan laut yang terdokumentasi konsisten di berbagai wilayah Indonesia selama beberapa dekade.
C. Tercatat penurunan suhu udara rata-rata tahunan di Indonesia akibat menguatnya angin laut dan tutupan awan, sehingga atmosfer mengalami pendinginan global.
D. Curah hujan tahunan menjadi merata di seluruh wilayah Indonesia tanpa perbedaan musim karena posisi ekuatorial.
E. Dampak perubahan iklim hanya terbatas pada kota besar di Pulau Jawa, sedangkan wilayah lain belum menunjukkan perubahan parameter iklim yang berarti.
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Bukti empiris perubahan iklim harus memenuhi syarat tren jangka panjang (biasanya minimal 30 tahun atau 3 dekade) dan terjadi secara konsisten di berbagai wilayah (spasial)
Opsi B mencakup parameter lengkap seperti suhu, pola hujan, cuaca ekstrem, dan kenaikan permukaan laut yang terpantau secara konsisten di seluruh Indonesia dalam kurun waktu 30 tahun terakhir
Soal 9
Di Pulau Sumatra dan Pulau Sulawesi, pernyataan yang paling tepat menggambarkan pengaruh topografi terhadap distribusi curah hujan, dengan mempertimbangkan karakteristik Bukit Barisan dan pegunungan utama di Sulawesi adalah....
A. Pesisir timur Sumatra menerima curah hujan lebih tinggi daripada pesisir barat karena angin monsun barat didorong naik ke lereng timur Bukit Barisan, sehingga puncak hujan berada di sisi timur.
B. Pegunungan di Sumatra dan Sulawesi berorientasi utara–selatan namun rendah sehingga tidak menghalangi aliran udara monsun, sehingga distribusi curah hujan di kedua pulau bersifat merata tanpa perbedaan signifikan antara sisi barat dan timur.
C. Di Sumatra, pesisir barat yang berhadapan langsung dengan angin baratan dari Samudra Hindia menerima curah hujan lebih tinggi karena efek orografis pada lereng barat Bukit Barisan, sementara pesisir timur cenderung lebih kering karena berada pada sisi bayangan hujan (rain shadow); di Sulawesi, sisi barat pegunungan utama juga lebih basah karena angin baratan didorong naik di lereng.
D. Relief dataran rendah mendominasi Sumatra dan Sulawesi sehingga topografi tidak memengaruhi pola curah hujan, variasi curah hujan hanya dipengaruhi oleh siklus monsun dan MJO.
E. Pegunungan di Sulawesi hanya memengaruhi suhu lokal tetapi tidak mengubah pola curah hujan, sehingga daerah pesisir dan pegunungan menerima curah hujan yang relatif sama sepanjang tahun.
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Fenomena ini disebabkan oleh efek orografis (hujan pegunungan)
Angin yang membawa uap air dari Samudra Hindia (barat) dipaksa naik saat bertemu lereng pegunungan Bukit Barisan
Udara yang naik mendingin, mengalami kondensasi menjadi awan, dan menjatuhkan hujan di sisi windward (sisi hadap angin/barat)
Setelah melewati puncak, udara turun ke sisi leeward (sisi bayangan hujan/timur) dalam kondisi kering karena uap airnya sudah habis, sehingga sisi timur lebih kering
Soal 10
Sebuah batuan menunjukkan tekstur foliasi yang jelas, tersusun atas mineral mika yang berorientasi sejajar, dan ditemukan di dekat zona sesar besar. Batuan asalnya (protolit) diperkirakan berupa serpih (shale) atau batu lempung (mudstone). Interpretasi petrogenesis yang paling tepat untuk batuan tersebut adalah....
A. Batuan tersebut merupakan batuan beku intrusif hasil pendinginan magma yang berlangsung lambat.
B. Batuan tersebut merupakan batuan sedimen klastik yang belum mengalami proses perubahan.
C. Batuan tersebut merupakan batuan metamorf hasil rekristalisasi mineral mika di bawah tekanan terarah (directed stress) pada zona sesar.
D. Batuan tersebut merupakan batuan karbonat hasil presipitasi kimia pada lingkungan laut dangkal.
E. Batuan tersebut merupakan batuan piroklastik hasil erupsi gunung api yang bersifat eksplosif.
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Ciri-ciri adanya tekstur foliasi (mineral tersusun sejajar) dan keberadaan mineral mika yang jelas menunjukkan bahwa ini adalah batuan metamorf, khususnya Sekis
Batuan ini terbentuk dari batuan asal (protolit) berupa lempung atau serpi yang mengalami perubahan akibat suhu dan tekanan yang sangat tinggi dalam waktu lama, biasanya di zona aktif seperti zona sesar. Tekanan yang kuat membuat mineral-mineral di dalamnya mengalami rekristalisasi dan tersusun sejajar
