689 Murid dari 38 Provinsi Siap Berlaga di OSN Nasional Pendidikan Dasar 2026
Sebanyak 689 murid terbaik dari seluruh Indonesia dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) mulai mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Dasar Tingkat Nasional 2026. Kompetisi yang mempertemukan talenta terbaik di bidang sains tersebut secara resmi dibuka oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada Rabu, 26 Agustus 2026. Para peserta akan berkompetisi dalam tiga cabang, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
OSN Pendidikan Dasar tingkat nasional tahun 2026 diselenggarakan selama tujuh hari, mulai 25 hingga 31 Agustus 2026. Ratusan peserta yang hadir bukanlah peserta yang dipilih secara langsung, melainkan mereka yang telah berhasil melewati rangkaian seleksi dari tingkat sekolah, kabupaten/kota, hingga provinsi. Mereka kemudian menjadi perwakilan terbaik untuk membawa nama daerah masing-masing dalam kompetisi tingkat nasional.
Peserta OSN tahun ini berasal dari 38 provinsi di Indonesia, ditambah murid dari Sekolah Indonesia di Luar Negeri yang berada di Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa ajang OSN tidak hanya menjadi wadah kompetisi antarmurid dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga melibatkan talenta pendidikan dasar yang berada di lingkungan sekolah Indonesia di luar negeri.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menegaskan bahwa keberadaan OSN tidak semata-mata diarahkan untuk mencari murid yang memperoleh medali atau keluar sebagai juara. Menurutnya, kompetisi tersebut memiliki tujuan yang lebih luas, terutama dalam menemukan sekaligus mengembangkan potensi dan talenta yang dimiliki murid Indonesia.
Irene menjelaskan bahwa perjalanan peserta menuju tingkat nasional juga memiliki nilai penting dalam proses pendidikan. Tahapan panjang yang dimulai dari seleksi di sekolah hingga mencapai tingkat nasional menjadi pengalaman yang dapat membentuk karakter peserta. Dengan demikian, kemampuan akademik bukan satu-satunya hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan OSN.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjadikan kejujuran, kedisiplinan, dan rasa percaya diri sebagai bagian penting selama mengikuti kompetisi. Menurut Irene, prestasi yang diperoleh melalui proses yang baik akan memberikan nilai yang jauh lebih besar bagi masa depan peserta. Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya diukur berdasarkan hasil akhir, tetapi juga dari cara seseorang mencapai hasil tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Talenta Puspresnas, Retno Juni Rochmaningsih, menyampaikan adanya peningkatan minat murid terhadap OSN pada tahun ini. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah pendaftar OSN Jenjang Pendidikan Dasar mengalami kenaikan sebanyak 102.703 murid atau 18,98 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator tingginya ketertarikan murid untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi dalam bidang sains.
Pada tingkat nasional, tiga bidang yang diperlombakan adalah Matematika, IPA, dan IPS. Untuk jenjang SD/MI/sederajat, setiap cabang diikuti oleh 115 peserta. Jumlah yang sama juga diterapkan pada jenjang SMP/MTs/sederajat. Seluruh peserta dari berbagai jenjang dan bidang tersebut kemudian membentuk total 689 murid yang berhak tampil pada OSN Nasional Pendidikan Dasar 2026.
Bagi para peserta, keberhasilan mencapai tingkat nasional tentu tidak diperoleh secara instan. Salah satunya adalah Raees Balapati Pradana, murid SD Bhakti Tunas Harapan, Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi peserta cabang Matematika. Ia mengungkapkan bahwa kebiasaan berlatih secara rutin menjadi salah satu hal yang membantunya melewati berbagai tahapan seleksi hingga akhirnya dapat tampil di tingkat nasional.
Raees mengatakan bahwa latihan soal dilakukan secara konsisten meskipun materi yang dihadapi terkadang terasa sulit. Selain belajar, ia juga berusaha menjaga keseimbangan dengan beribadah dan berdoa. Bagi dirinya, ketekunan dalam belajar dan doa menjadi bagian dari perjalanan untuk mencapai tingkat nasional. Ia pun berharap dapat memberikan hasil terbaik dan meraih prestasi tertinggi dalam OSN 2026.
Cerita persiapan serupa juga datang dari Chloe Mikhayla Savanna, peserta cabang IPA dari SMP Bina Mulia Pontianak, Kalimantan Barat. Dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, Chloe memilih memperkuat pemahaman melalui konsep-konsep dasar sebelum melanjutkan dengan latihan soal secara rutin. Ia menilai konsistensi belajar serta keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi di tingkat nasional.
Pelaksanaan OSN 2026 pada akhirnya bukan hanya menjadi panggung untuk memperebutkan medali. Di balik kompetisi tersebut terdapat proses panjang yang dijalani ribuan murid sejak tahap seleksi awal hingga terpilih menjadi bagian dari peserta nasional. Melalui proses itulah kemampuan akademik, ketekunan, kedisiplinan, kepercayaan diri, serta karakter peserta terus ditempa. OSN pun menjadi salah satu ruang penting bagi Indonesia untuk menemukan dan memberikan apresiasi kepada generasi muda yang memiliki potensi serta talenta di bidang Matematika, IPA, dan IPS.
